Rintiknya terdengar jelas
Satu persatu turun
Membasahi jalan
Sudah lama tak ku jumpai
Dingin yang seperti ini
Hujan...akan kemana kau bawa perasaan ini
Hujan...rindu ini terlalu dalam
Hujan..bawalah mengalir penyesalan ini
Disaat jalan mengering
Sesal itupun akan kering
Disaat hujan turun lagi
Semua telah pergi
Sabtu, 22 November 2014
Kamis, 21 Agustus 2014
puisi
Cerita Manusia
Setelah kau bius
tubuhku
Kau tembak kakiku
dengan peluru
Lalu kau patahkan
kakiku hingga menjadi satu
Tersadar lalu
meringis mengeluarkan tangis
Dan kereta itupun melaju cepat
Meninggalkanku yang
berjalan lambat
Tak ada yang peduli
saat aku mencoba berlari
Manusia,kini
Selasa, 08 April 2014
Tetap Tenang
Dan aku melihat
Hidup dan mati begitu dekat
Lebih dekat dari urat nadi
Tak dapat terprediksi
Semuanya menjadi rahasia ilahi
Mungkin esok masih ada hari
Namun tidak dengan nyawa ini
Berjalanlah tenang dalam peraduan
Tak perlu gusar dengan kematian
Selama doa masih mampu
mengalir dari mulutmu
Hidup ini kan tenang
Hingga tiba akhir dari hidup ini
semua tetap tenang
Hidup dan mati begitu dekat
Lebih dekat dari urat nadi
Tak dapat terprediksi
Semuanya menjadi rahasia ilahi
Mungkin esok masih ada hari
Namun tidak dengan nyawa ini
Berjalanlah tenang dalam peraduan
Tak perlu gusar dengan kematian
Selama doa masih mampu
mengalir dari mulutmu
Hidup ini kan tenang
Hingga tiba akhir dari hidup ini
semua tetap tenang
RS,10-1-2014
Demi Pagi
Demi pagi...
Ku relakan malam cepat berganti....
Agar dapat melihat mentari....
Yang terus menyinari pagi...
Menembus celah-celah jendela
Membuka mata melihat luasnya cakrawala
Demi pagi kubiarkan.....
Tubuh ini mengigil kedinginan....
Karena ku yakin....
Di pagi hari mentari kan menghangatkan....
Demi pagi....
Terkadang mata ini tak terpejam...
Karena takut untuk melewatkan pagi...
Dan tak merasakan hangatnya mentari...
Ku relakan malam cepat berganti....
Agar dapat melihat mentari....
Yang terus menyinari pagi...
Menembus celah-celah jendela
Membuka mata melihat luasnya cakrawala
Demi pagi kubiarkan.....
Tubuh ini mengigil kedinginan....
Karena ku yakin....
Di pagi hari mentari kan menghangatkan....
Demi pagi....
Terkadang mata ini tak terpejam...
Karena takut untuk melewatkan pagi...
Dan tak merasakan hangatnya mentari...
Selasa, 14 Januari 2014
D.W
Di saat pelangi datang
Diantara senja di sore hari
Aku tak ingin tahu tentang dirinya
Yang sedang berpetualang dengan waktu
Menjelajah waktu bersama rasa yang tak menentu
Aku tak ingin tahu tentang semuanya!
Biarkan ia ikuti arah kaki melangkah
Hingga pada akhirnya ia tahu
Ada seseorang yang selalu menanti
Mengharapkannya untuk hadir kembali
Di dalam roda kehidupannya
Itu adalah aku
Sisa-sisa kehidupan di masalalu
Diantara senja di sore hari
Aku tak ingin tahu tentang dirinya
Yang sedang berpetualang dengan waktu
Menjelajah waktu bersama rasa yang tak menentu
Aku tak ingin tahu tentang semuanya!
Biarkan ia ikuti arah kaki melangkah
Hingga pada akhirnya ia tahu
Ada seseorang yang selalu menanti
Mengharapkannya untuk hadir kembali
Di dalam roda kehidupannya
Itu adalah aku
Sisa-sisa kehidupan di masalalu
Harapan
Perjalanan malam ini
Di temani lampu-lampu jalan
Dengan iringan nada santai
Membuat heran
Apa yang menyeruak hati ini?
Mengapa seperti ini?
Teringat akan mimpi dan harapan
Semua harus ku mulai
Proses akan menentukan hasil akhir
Ahh...mulailah!mulailah!
Arahkan hati-niatmu
Lakukan!lakukan!
waktu melesat cepat
Diam,kau akan terlambat
Biarkan hati mewakili semuanya
Mintalah kepada-Nya
Di temani lampu-lampu jalan
Dengan iringan nada santai
Membuat heran
Apa yang menyeruak hati ini?
Mengapa seperti ini?
Teringat akan mimpi dan harapan
Semua harus ku mulai
Proses akan menentukan hasil akhir
Ahh...mulailah!mulailah!
Arahkan hati-niatmu
Lakukan!lakukan!
waktu melesat cepat
Diam,kau akan terlambat
Biarkan hati mewakili semuanya
Mintalah kepada-Nya
Langganan:
Postingan (Atom)